Selamat Datang Di Mulsi Media

Mulsi Media merupakan media pembelajaran dari segala bidang yang bernilai positif dan bermanfaat

Find Out More Purchase Theme

Our Services

Sejarah Peminatan

Kumpulan penjelasan materi Sejarah Peminatan.

Read More

Sosiologi

Kumpulan penjelasan materi Sosiologi.

Read More

Tutorial

Kumpulan tutorial aplikasi.

Read More

Antropokinetika

Kumpulan materi dan tutorial Sportourism serta medical sport.

Read More

Recent Work

Senin, 18 Februari 2019

Rangkuman Sejarah Indonesia Tahun 2018/2019

Rangkuman Sejarah Indonesia Tahun 2018/2019



KONSEP BERFIKIR KRONOLOGIS, DIAKRONIK, SINKRONIK, RUANG DAN WAKTU DALAM SEJARAH

1. Diakronis artinya memanjang dalam waktu tetapi terbatas dalam ruang.
2. Sinkronis artinya meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu.
3. Kronologi adalah catatan kejadian-kejadian yang diurutkan sesuai dengan waktu terjadinya. 
4. Konsep Ruang adalah konsep yang paling melekat dengan waktu.
  • Ruang merupakan tempat terjadinya berbagai peristiwa – peristiwa sejarah dalam perjalanan waktu.
  • Penelaahan suatu peristiwa berdasarkan dimensi waktunya tidak dapat terlepaskan dari ruang waktu terjadinya peristiwa tersebut.
  • Jika waktu menitik beratkan pada aspek kapan peristiwa itu terjadi, maka konsep ruang menitikberatkan pada aspek tempat, dimana peristiwa itu terjadi.
5. Konsep waktu
  • Masa lampau itu sendiri merupakan sebuah masa yang sudah terlewati. Tetapi, masa lampau bukan merupakan suatu masa yang final, terhenti, dan tertutup.
  • Masa lampau itu bersifat terbuka dan berkesinambungan. Sehingga, dalam sejarah, masa lampau manusia bukan demi masa lampau itu sendiri dan dilupakan begitu saja, sebab sejarah itu berkesinambungan apa yang terjadi dimasa lampau dapat dijadikan gambaran bagi kita untuk bertindak dimasa sekarang dan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
  • Sejarah dapat digunakan sebagai modal bertindak di masa kini dan menjadi acuan untuk perencanaan masa yang akan datang.


KONSEP PERUBAHAN DAN KEBERLANJUTAN DALAM SEJARAH

ü Perubahan dalam sejarah
Perubahan ini dapat diartikan sebagai segala aspek kehidupan yang terus bergerak seiring dengan perjalanan kehidupan masyarakat. Perkembangan kehidupan dalam masyarakat ada yang berlangsung lambat dan ada yang cepat. Arah perubahan dibedakan atas keadaan yang lebih baik (progres) dan keadaan yang lebih buruk (regres).

ü Keberlanjutan dalam sejarah
Rangkaian peristiwa yang ada merupakan peristiwa yang berkelanjutan. Kehidupan manusia saat ini merupakan mata rantai dari kehidupan masa lampau, sekarang dan masa mendatang. Setiap peristiwa tidak berdiri sendiri dan tidak terpisahkan dari peristiwa lain. Disebut mengalami perkembangan apabila dalam kehidupan masyarakat terjadi gerak secara berturut-turut dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain. Perkembangan terjadi biasanya dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang kompleks.


MANUSIA PURBA/PRAAKSARA

Manusia purba juga disebut dengan Prehistoric People (Manusia Prasejarah) merupakan jenis manusia yang hidup pada zaman belum mengenal tulisan. Para pakar ahli sejarah sangat meyakini bahwa manusia purba telah hidup mendiami bumi ini semenjak 4 juta tahun yang lalu.

1. Manusia Purba Meganthropus Paleojavanicus
Manusia purba meganthropus paleojavanicus adalah manusia purba terbesar dan tertua di Indonesia. Unsur-unsur nama tersebut terdiri dari kata megan = besar, anthropus = manusia, paleo = tua, dan javanicus = berasal dari Jawa. Fosil manusia purba ini berasal dari lapisan Pleistosen Bawah. Meganthropus memiliki badan yang tegap dan mempunyai rahang yang sangat besar dan kuat. Mereka bertahan hidup dengan cara mengumpulkan makanan. Makanan tersebut berasal dari tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. Berikut ini adalah ciri-ciri manusia purba meganthropus paleojavanicus:
ü Memiliki tinggi sekitar 165 – 180 cm
ü Berbadan tegap
ü Volume otak 900cc
ü Tonjolan pada kening tebal dan melintang sepanjang pelipis
ü Tidak memiliki dagu dan mempunyai hidung yang lebar
ü Memiliki otot kunyah, gigi, dan rahang yang besar dan kuat
ü Makanannya jenis tumbuh-tumbuhan

2. Manusia Purba Pithecanthropus Erectus
Fosil manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia adalah jenis manusia purba pithecanthropus erectus. Pithecanthropus erectus sendiri memiliki arti manusia yang berjalan tegak. Terdapat 3 jenis pithecanthropus erectus yang paling terkenal di Indonesia, yaitu pithecanthropus erectus, pithecanthropus mojokertensis, dan pithecanthropus soloensis. Jika berdasarkan dengan pengukuran terhadap umur lapisan tanah dimana pithecanthropus erectus ditemukan di Indonesia, mempunyai umur yang bervariasi, yaitu antara 30.000 hingga 1 juta tahun yang lalu. Berikut ini adalah ciri-ciri manusia purba pithecanthropus erectus:
ü Pada tengkorak memiliki tonjolan kening yang tebal
ü Mempunyai hidung lebar dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol
ü Mempunyai tinggi 165 – 180 cm
ü Pemakan segalanya, baik itu daging ataupun tumbuhan
ü Memiliki rahang bawah yang kuat
ü Tulang pipinya tebal
ü Bertulang belakang tajam dan menonjol
ü Bertubuh gelap dan mempunyai tempat perlekatan otot tengkuk yang besar dan kuat

3. Manusia Purba Pithecanthropus Mojokertensis
Pada tahun 1936 telah ditemukan fosil tengkorak anak manusia purba oleh seorang peneliti, yaitu Widenreich disebuah desa yang terletak di Mojokerto. Fosil manusia purba ini diberikan nama dengan pithecanthropus robustus. Namun bagi Von Koenigswald menyebutnya dengan nama pithecanthropus mojokertensis sesuai dengan nama daerah ditemukannya. Berikut ini adalah ciri-ciri manusia purba pithecanthropus mojokertensis:
ü Memiliki badan tegap
ü Tidak mempunyai dagu
ü Memiliki kening yang menonjol
ü Tinggi badan 165-180 cm
ü Mempunyai volume otak 750 – 1.300 cc
ü Tulang geraham dan rangnya lebih kuat
ü Tulang tengkorak tebal
ü Memiliki tulang tengkorak yang lonjong
ü Hidup sekitar 2 sampai 2,5 juta tahun yang lalu

4. Manusia Purba Homo Sapiens
Manusia purba berjenis homo sapiens dapat dianggap sebagai manusia purba yang berumur paling muda dari semua manusia purba yang ada. Dari fosil homo sapiens diperkirakan hidup antara 15.000 hingga 40.000 tahun SM. Manusia purba homo sapiens adalah satu-satunya manusia purba yang bisa berpikir. Kecerdasan tersebut dapat terlihat dari volume otak yang hampir mirip dengan manusia modern. Pada intinya manusia purba jenis ini merupakan manusia dan bukan lagi dikategorikan sebagai manusia kera, Terdapat tiga jenis homo sapiens yang telah ditemukan di Indonesia, yaitu homo soloensis, homo wajakensis, homo floresiensi. Diantara beberapa fosil yang telah ditemukan, melahirkan sebuah perdebatan karena dianggap sebagai kerangka manusia modern dan bukan manusia purba. Berikut ini adalah ciri-ciri manusia purba homo sapiens:
ü Tinggi badan antara 130-210 cm
ü Mempunyai otak yang lebih berkembang daripada manusia purba lainnya
ü Otot kunyah, gigi, dan rahang sudah menyusut
ü Tonjolan di kening sudah berkurang dan sudah memiliki dagu
ü Mempunyai ciri seperti ras Mongoloid dan Austramelanosoid

5. Manusia Purba Homo Soloensis
Fosil Manusia purba jenis homo soloensis ditemukan oleh Von Koenigswald dan Weidenrich diantara tahun 1933-1934 di lembah bengawan Solo. Fosil ini ditemukan sebuah tengkorak dengan volume otaknya bukan lagi seperti manusia kera.

6. Manusia Purba Homo Wajakensis
Fosil manusia purba jenis homo wajakensis ini ditemukan pertama kali oleh Dubois di tahun 1889 di daerah Wajak sekitaran daerah Tulungagung. Manusia purba jenis ini telah ditemukan dapat membuat peralatan yang terbuat dari batu dan tulang serta mereka juga mengerti caranya untuk memasak.


CORAK KEHIDUPAN MANUSIA PURBA DI INDONESIA

Manusia purba mempunyai cara hidup yang sangat sederhana dan masih sangat bergantung dengan alam. Berikut ini adalah ulasan mengenai corak kehidupan manusia purba :

a. Masa Berburu untuk Mengumpulkan Makanan
Ciri-ciri kehidupan manusia purba pada zaman ini adalah :
ü Tidak mempunyai tempat tinggal
ü Hidup sendiri atau dengan kelompok kecil
ü Mengumpulkan makanan seperti umbi-umbian
ü Menggunakan kapak genggam untuk berburu hewan
ü Berlindung di dalam goa
ü Membuat lukisan berupa cap jari tangan dan babi rusa dalam keadaan terpanah, biasanya menggunakan warna hitam, putih, dan merah

b. Masa Bercocok Tanam
Ciri-ciri kehidupan manusia purba pada zaman ini adalah :
ü Hidupnya mulai menetap pada suatu tempat dan melakukan kegiatan bercocok tanam
ü Mulai menggunakan pakaian yang terbuat dari kulit hewan atau kulit kayu
ü Membuat rumah dari kayu
ü Jika tanah tidak subur, mereka akan berpindah tempat
ü Membuat alat-alat bercocok tanam, seperti : mata panah, beliung persegi, kapak lonjong, dan perhiasan

c. Masa Mengenal Kepercayaan
Ciri-ciri kehidupan manusia purba pada zaman ini adalah :
ü Melakukan upacara-upacara tertentu, sebagai bukti adanya kekuatan yang melebihi diri mereka.
ü Mulai terdapat bangunan besar untuk dijadikan sebagai tempat melakukan upacara tersebut.

d. Masa Perundagian
Ciri-ciri kehidupan manusia purba pada zaman ini adalah :
ü Mulai tinggal disebuah desa atau perkampungan dalam waktu yang cukup lama.
ü Mempunyai kemampuan mengolah logam, seperti cincin
ü Mengenal sistem barter untuk mendapatkan logam


SUKU BANGSA YANG BERASAL DARI KETURUNAN PROTO DAN DEUTRO MELAYU

1. Bangsa Proto Melayu
Bangsa proto melayu atau disebut dengan Bangsa Melayu Tua merupakan nenek moyang bangsa Indonesia yang pertama kali datang ke Indonesia sekitar tahun 1500 SM. Mereka adalah orang-orang Austronesia yang memasuki wilayah Nusantara melalui dua jalur, yaitu Jalur Barat melalui Malaysia–Sumatera dan Jalur Utara atau Timur melalui Philipina–Sulawesi.

Bangsa Proto Melayu ini dianggap sebagai bangsa yang memiliki kebudayaan maju daripada bangsa – bangsa purba lainnya pada masa itu. Hal ini dibuktikan dengan penemuan – penemuan fosil benda- benda yang merupakan bukti kebudayaan mereka, yakni hampir semua peralatan mereka dibuat dengan bahan dasar batu yang teah dihaluskan.

Hasil dari kebudayaan zaman neolithikum yang terkenal dari Bangsa Proto Melayu ini, yaitu kapak persegi. Kapak persegi ini banyak sekali ditemukan di wilayah – wilayah Indonesia Barat, meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali, dan Sulawesi Utara. Hingga kini diketahui bahwa keturunan dari Bangsa Proto Melayu adalah orang – orang suku Dayak dan Toraja.

Ciri – Ciri Bangsa Proto Melayu :
ü Mereka bersal dari Cina bagian selatan (Yunan) dan masuk ke Indonesia sekitar tahun 1.500-500 SM.
ü Memiliki kebudayaan batu muda (Neolitikum)
ü Orang – orang bangsa Proto Melayu memiliki rambut lurus, kulit kuning yang berwarna kecoklatan, dan bermata sipit.
ü Mendiami daerah – daerah Indonesia bagian Timur, seperti Dayak, Toraja, Mentawai, Nias,dan Papua

2. Bangsa Deutro Melayu
Bangsa Deutero Melayu disebut juga dengan Bangsa Melayu Muda. Mereka adalah orang – orang Austronesia yang merupakan nenek moyang Bangsa Indonesia. Mereka datang ke Indonesia pada gelombang kedua, setelah Bangsa Proto Melayu sekitar tahun 400 – 300 SM.

Bangsa ini telah berhasil melakukan asimilsasi atau pencampuran budaya dengan budaya para pendahulunya, bangsa melayu tua (proto melayu). Mereka masuk ke Wilayah Indonesia melalui barat. Orang – orang ini menempuh rute dari Yunan – Vietnam, Malaysia – Indonesia. Bangsa Melayu Tua diperkirakan memiliki kebudayaan yang lebih maju dibandingkan dengan Bangsa Proto Melayu.

Mereka sudah tidak hanya mampu membuat barang – barang dari bahan dasar batu – batuan saja, tetapi dari bahan – bahan logam, seperti perunggu dan besi. Contoh benda – benda yang terbuat dari logam – logam ini, antara lain kapak serpatu, kapak corong, dan nekara. Selain itu, ada juga benda – benda yang terbuat dari batu – batu besar, seperti menhir, dolmen, sarkopagus, kubur batu, dan punden berundak-undak.

Suku bangsa Indonesia yang merupakan keturunan asli dari Bangsa Deutro Melayu saat ini adalah suku – suku Jawa, Melayu, dan Bugis.

Ciri – Ciri Deutro Melayu :
ü Mereka berasal dari bangsa Indocina Utara yang masuk ke Indonesia sekitar tahun 500 SM.
ü Bangsa ini telah mampu membuat benda – benda berbahan dasar logam, seperti perunggu dan besi.
ü Hasil – hasil kebudayaan yang dihasilkan berupa kapak corong,nekara,bejana perunggu
ü Suku Melayu,Makassar,Jawa,Sunda,Bugis,Minang, dll adalah keturunan asli bangsa ini.

3. Perbedaan Bangsa Proto Melayu dan Deutro Melayu
ü Bangsa Proto Melayu masuk ke Indonesia pada tahun 1500 SM, sedangkan Deutro Melayu masuk ke Nusantara pada gelombang kedua pada tahun 500 SM.
ü Bangsa Proto Melayu masuk ke Indonesia melalui jaur barat dan timur, sedangkan Deutro melayu hanya melalui jalur barat.
ü Bangsa Proto Melayu berasal dari Yunan (China), sedangkan Bangsa Deutro Melayu berasal dari Dongson (Vietnam).
ü Bangsa Deutro Melayu memiliki kebudayaan yang lebih maju dibandingkan dengan Bangsa Proto Melayu.
ü Bangsa Deutro Melayu sudah bisa membuat alat – alat dari logam, sedangkan Proto Melayu tidak.
ü Suku yang termasuk keturunan Bangsa Proto Melayu adalah Suku Batak, Dayak, dan Toraja, sedangkan Suku yang termasuk keturunan Deutro Melayu adalah suku Jawa, Madura, dan Melayu.


TEORI MASUKNYA AGAMA HINDU

ü Teori Brahmana
Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu yang masuk ke Indonesia di bawa oleh para Brahmana. Brahmana merupakan kasta tertinggi dalam ajaran Hindu. Kasta Brahman merupakan satu-satunya kasta yang boleh mempelajari Kitab Weda.

ü Teori Ksatria
Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu yang masuk ke Indonesia di bawa oleh kaum Ksatria melalui penaklukan wilayah (ekspansi). Ksatria merupakan kasta kedua setelah Brahmana, yang terdiri dari prajurit perang.

ü Teori Waisya
Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu yang masuk ke Indonesia di bawa oleh para pedagang yang melalui Indonesia dan kemudian mengajarkan ajaran agama Hindu ke penduduk setempat. Waisa merupakan kasta ketiga, yang terdiri dari para pedagang.

ü Teori Arus Balik
Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu yang masuk ke Indonesia dibawa oleh para pelajar (orang Indonesia) yang belajar atau mendalami agama Hindu di India kemudian setelah mereka menempuh pendidikan, lalu mereka pulang dan mengajarkan (menyebarluaskan) ajaran Hindu kepada penduduk setempat.

Masa Pendudukan Jepang di Indonesia

Masa Pendudukan Jepang di Indonesia


A. Modernisasi dan Perkembangan Imperialisme Jepang

1. Restorasi Meiji : Awal Modernisasi di Jepang
Sebelum era modern, Jepang merupakan sebuah negara yang feodalis. Kaisar para Shogun, semacam panglima militer, serta daimyo, semacam rajalokal sekaligus uan rumah memainkan peranan yang sangat penting baiksecara ekonomi maupun sosial-politik periode iniseringdiwarnai oleh perebutan kekuasaan.

Pada tahun 1639 Shogun Tokugawa menjalankan kebijakan Sakoku atau “negara Tertutup” yang berlangsung setengah abad yang membuat Jepang terisolasi dari dunia luar. Melalui kebijakan ini orang-orang asing dilarang masuk ke Jepang dan sebaiknya orang Jepang dilarang berhubungan dengan orang asing.

Ada dua alasan utama kebijakan Sakoku. Pertama, pemerintah Shogun Tokugawa merasa terancam dengan kehadiran misionaris Spanyol dan portugis, yang menyebarkan agama Katolik dan dituduh ikut mengintervensi urusan dalam negeri bangsa Jepang. Kedua mempertahankan supremasi Tokugawa atas persaingannya Daimyo Tozama.

Pada tahun 1854, persis setengah abad terjadinya Revolusi Industri di Eropa yang merupakan momen yang sangat menentukan dimana pada tanggal 31 Maret 1854 tibalah Komodor Matthew C.Perry dengan “Kapal Hitam”-nya di Jepang. Matthew C.Perry menaiki kapal bertenaga mesin super jumbo yang dilengkapi senjata dan teknologi yang jauh lebih superior, sebagai hasil Revolusi Industri dibandingkan milikJepang.

Kedatangan Amerika Serikat serta dengan kemajuan teknologinya menyadarkan Jepang betapakan terbelakangnya mereka jika dibandingkan dengan mereka. Baru pada masa pemerintaha Kaisar Meiji kesadaran tersebut baru terwujud secara kongkrit melalui berbagai langkah perubahan besar yang disebut Restorasi Meiji (1868-1912) perubahan-perubahan tersebut sekaligus menandai era moderndi Jepang. Meiji mengutus beberapa pejabat ke Amerika Serikat dan Eropa, yang disebut Misi Iwakura. Tugas pokoknya adalah mempelajari seluk beluk kemajuan Barat serta ideologi yang mendasari kemajuan itu.

Ada beberapa bidang garapan Tenno Meiji yang tercangkup dalam gerakan pembaruan.
a. Bidang Perindustrian
b. Bidang perdagangan
c. Bidang militer
d. Bidang pendidikan
e. Bidang sosial
f. Bidang hukum.

2. Imperialisme Jepang
Jepang sadar bahwa untuk menjamin pertumbuhan yang berkelanjutan dibutuhkan tiga hal penting :
  • Pasokan bahan mentah yang stabil
  • Jalur pelayaran yang aman
  • Pasar bagi hasil-hasil industrinya.
Ketiga faktor ini kemudian membuat Jepang menjadi negara imperialisme. Artinya Jepang berambisi menguasai negara-negara lain untuk menjamin pasokan bahan mentah, pelayaran yang aman serta pasar bagi hasil-hasil industrinya.

Maka sejak tahun 1894, Jepang membangun imperium yang luas yang meliputi Taiwan, Korea, Manchuria, Cina bagian utara. Pada tahun 1894 dan 1895 Jepan terlibat perang dengan Cina yang dikenal dengan nama “Perang Sino-Jepang Pertama”. Jepang menang dan membentuk pemerintahan boneka di Seoul. Perang itu sendiri berakhir dengan perjanjian Shimonoseki antara Jepang dan Cina di Semenanjung Liaodong dan Taiwan diserahkan ke Jepang.

Tidak lama kemudian karena menganggap perjanjian Shimonoseki tidak sah, Rusia menduduki kembali Semenanjung yang strategis ini. Rusia mendirikan benteng di situ dan menjadikannya pangkalan angkatan lautnya di Pasifik. Pendudukan Rusia ini memicu “Perang Rusia-Jepang” pada tahun1904 dan 1905 Rusia kalah.


B. Pendudukan Jepang di Indonesia

1. Belanda Menyerah Tanpa syarat kepada Jepang
Serangan Jepang ke Hindia-Belanda terjadi pada tanggal 11 Januari 1942, di daerah Jawa, Jepang pertama kalimendarat di Banten, kemudian Indramayu, Kragan (Rembang dan Tuban) dan Surabaya. Belanda tidak berdaya menghadapi Jepang, Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang di Kalijati Subang,  dan  Sejak tanggal 9 maret 1942, Indonesia berada dibawah kekuasaan Jepang.

2. Tanggapan Tokoh-tokoh Pergerakan Nasional Indonesia
Kedatangan Jepang pada awalnya disambut baik oleh para tokoh nasional seperti Soekarno, Hatta dan Ki Hajar Dewantara. Meskipun demikian, secara umum ada perasaan optismisme bahwa kedatangan Jepang akan segera membawa kemerdekaan. Ada 5 alasan yang melandasi perasaan optimistis diantaranya :
  • Menyerahnya Belanda kepada Jepang dianggap sebagai akibat akhir dari penjajahan Belanda dan dimulainya era baru. Ditambah keyakinan yang kuat ketika Jepang memperkenalkan diri sebagai saudara Tua. Bangsa-bangsa Asia mengumandangkan Gerakan Tiga A Pada tanggal 29 April 1942 yaitu: Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia, dan Nippon Peminpin Asia. Gerakan ini bahkan diketuaioleh salah seorang tokoh pergerakan nasional, yaitu Mr.Syamsuddin.
  • Jepang berjanji jika menang bangsa Asia akan mendapat kemerdekaan.
  • Sejak awal Jepang telah mengumandangkan kemerdekaan yang akan diberikan secara bertahap kepada bangsa-bangsa Asia.
  • Jepang bersikapsimpatik terhadap aktivitas pergerakan nasional.
  • Jepang menjanjikan kemudahan bagi banhsa Indonesia, seperti melakukan ibadah, mengibarkan bendera merap putih berdampingan dengan bendera Jepang,menggunakan bahasa Indonesia, serta menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” bersama lagu kebangsaan Jepang “Kimigayo”.

3. Pendudukan Jepang di Indonesia
Setelah menguasai Indonesia, kemudian Jepang membagi Indonesia kedalam tiga daerah militer yang masing-masing dikendalikan oleh angkatan darat (rikugun) dan angkatan laut (kaigun). Ketiga wilayah tersebut dipimpin oleh komando panglima besar tentara Jepang untuk wilayah Asia Tenggara berkedudukan di Saigon Vietnam. Ketiga wilayah tersebut meliputi:

ü Jawa dan Madura dengan pusat nyadi Batavia berada di bawah kendali Kaigun.
ü Sumatera dan Semenanjung Melayu dengan pusatnya di Singapua, berada dibawah kendali rikugun
ü Kalimantan, Sulawesi,Nusa Tenggara,Maluku dan Papua berada dibawah kendali angkatan laut Jepang (kaigun).

Selain itu, Jepang juga mengangkat beberapa tokoh politik Indonesia masuk ke dalam struktur pemerintahan Jepang. Mereka adalah ussein Djajadiningrat, sutarjo Kartohadikusumo,R.M.Soerjo dan Prof.Soepomo. selain untuk memenuhi kebutuhan akan pegawai, pengangkatan mereka terutama dimaksudkan untuk menarik simpati rakyat Indonesia.

Dalam sistem pemerintahan, Jepang memperkenalkan sistem baru yang disebut dengan tonarigumi, yang dikenal dengan istilah rukun tetangga. Dibentuknya tonarigumi ini dimaksudkan untuk membangun gerakan pertahanan masyarakat yang dapat dilakukansecara bergotong-royong.

Dalam bidang politik, dibentuk Jawa Hokokai (himpunan kebaktian Jawa) sebagai lembaga yang bertugas mengumpulkan  dana,tidak hanya berbentuk uang tetapi juga berbentuk beras, ternak, logam mulia, kayu jati dan lain-lainnya.

Dalam rangka mendapatkan tenaga kerja,Jepang membentuk romukyokai (panitia pengerah romusha/ tenaga kerja) untuk dipekerjakan di proyek-proyek pembangunan jalan raya, pelabuhan dan lapangan udara.

Dalam bidang pertahanan dibentk lembaga-lembaga semimiliter seperti Keibodan (barisan pembantu polisi), seinenden (Barisan Pemuda), Fujinkai (Barisan wanita), Heiho (Barisan Cadangan Prajurit), Peta (Pembela Tanah air), Putra (Pusat Tenaga Rakyat), Jawa Hokokai, Jibakutai (Pasukan Berani Mati), Kempetai(Barisan Polisi Rahasia), dan Gakukotai(Laskar Pelajar). Kemudian dibentukpula Barisan Pelopor (Suishintai) yang dipimpin oleh Soekarno dibantu oleh R.P.Soeroso,Otto Iskandardinata dan dr.Boentaran Martoatmojo.


C. Dampak Pendudukan Jepang dalam Kehidupan Politik, Ekonomi dan Sosial-Budaya Bangsa Indonesia.

1. Bidang Politik
Sejak berkuasa di Indonesia,Jepang membubarkan semua kegiatan masyarakat, seperti organisasi politik, organisasi sosial maupun organisasi keagamaan. Satu-satunya organisasin yang tidak dibubarkan adalah Majelis Islam A`la Indonesia (MIAI) yang diganti namanya dengan Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi).

Dalam rangka menarik simpati bangsaIndonesia, pemerintah Jepang melakukan hal-hal sebagai berikut:

a. Pendorong penggunan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dan melarang menggunakan bahasa Belanda.
b. Bekerja sama dengan tokoh nasional dengan membentuk Geraka Tiga A denga Mr.Syamsuddin sebagai ketuanya.
c. Membentuk kembali organisasi masyarakat yang disebut Poesat Tenaga Rakyat (Poetera) dan menunjuk Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantaradan K.H. Mas Mansur sebagai pimpinannya.
d. Membentuk badan pertimbangan pusat yang disebut dengan Cuo Sangi In.
e. Mendirikan Jawa Hokokai  (Himpuan Kebakti Jawa). Berbeda dengan organisasi yang lain, organisasi ini dipimpin oleh seorang gunseikan atau kepala pemerintahan karena merupakan organisasi resmi pemerintah. Kata “kebaktian” mengandung arti :

ü Siap mengorbankan diri
ü Memperebal rasa persaudaraan,
ü Melaksanakan sesuatu denganbukti.

2. Bidang Ekonomi
Dengan semboyan “Negara Makmur, Militer Kuat”, Jepang bermaksud menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis bagi kepentingan militer dan sekaligus industri-industrinya. Hal itu tampak dalam hal-hal berikut:

Menyita aset-aset ekonomi yang penting Jepang menyita seluruh hasil perkebunan.Melakukan pengawasan yang ketat dalam bidang ekonomi, kebijakan self-sufficienryadalah bahwa wilayah-wilayah yang berada di bawah kekuasaannya harus dapat memenuhi kebutuhannya sendiri serta setoran wajib, romusha, merosotnya produksi pangandan kelaparan.

3. Bidang Sosial
Romusha, semakin menyebabkan sawah-sawah dan tanah-tanah pertanian kehilangan tenaga potensialnya. Mereka dimobilisasi bekerja membangun sarana-sarana perang yang ada di Indonesia tetapi juga di luar negeri seperti Burma, Thiland, Vietnam dan Malaysia.

Jugun ianfu, selain romusha jepang juga merekrut para perempuan dari berbagai negara Asia, untukdijadikan penghibur bagi tentara Jepang.

Pendidikan, berbagai kegiatan pendidikan di perguruan tinggi sempat terhenti selama beberapa tahun. Krisis bidang pendidikan dipwerpara oleh kenyataan bahwa banyak guru dipekerjakan sebagai pejabat pada pemerintahan Jepang.

Bahasa dan stratifikasi sosial, meskipun demikian setidaknya ada dua ha positif Jepang dalam bidang sosial-budaya. Pertama, dalam bidang pendidikan Jepang mengharuskan penggunaan bahasa pengantar. Kedua, sistem stratifikasi sosial menempatkan golongan Bumiputra di atas golongan Eropa.

4. Bidang Kebudayaan
Pemeintah Jepang juga mendirikan pusat kebudayaan yang diberi nama Keimin Bunkei Shidoso. Pusat kebudayaan tersebut menjadi wadah bagi perkembangan kesenian Indonesia. Akan tetapi lembega ini juga digunakan oleh Jepang untuk mengawasi dan mengarahkan para seniman agar karya-karyanya tidak menyimpang dari kepentingan Jepang. Pembatasan yang sama berlaku juga untuk pers. Pada zaman Jepang pers sepenuhnya berada di bawah kendal Jepang.


D. Perjuangan Meraih Kemerdekaan Pada Masa Pendudukan Jepang

1. Perjuangan dengan Cara Kooperatif (Kerja Sama)
Melalui Poetera, Soekarno, Moh.Hatta, Ki Hajar Dewantara dan K.H.Mas Mansyur membangun dan membangkitkan semangat nasional bangsa Indonesia yang sempat luntur karena tekanan dari pemerintahan Hindia-Belanda.

2. Perjuangan Melalui Gerakan Bawah Tanah
Perjuagan bawah tanah adalah perjuangan yang dilakukan secara tertutup dan rahasia. Tokoh-tokohnya adalah kelompok Soekarni, kelompok Ahmad Soebarjo dan kelompokSutan Sjahrir.

a. Kelompok Soekarni
Soekarniadalah tokoh pergerakan pada zaman pemerintahanHindia-Belanda. Pada zaman pemerintaha Jepang ia bersama dengan M.Yamin bekerja di Sendenbu (Barisan Propaganda Jepang). Ia menggembeleng para pemuda untukberjuang demikemerdekaan Indonesia. Menyebar luaskan cita-cita kemerdekaan.

b. Kelompok Ahmad Soebarjo
Pada masa pendudukan Jepang, Ahmad Soebarjo menjabat sebagai kepala Biro Riset Kaigun Bukafu (kantor Penghubung Angkatan Laut) di Jakarta.

c. Kelompok Sutan Syarir
Syarir membangun jaringan gerakan bawah tanah anti-fasis.syarir yakin Jaepang tak mungkin memenangkan perng.oleh karena itu kaum pergerakan mesti mempersiapkan diri untuk merebut kemerdekaan disaat yang tepat

d. Kelompok Pemuda
Di Jakarta terdapat dua kelompok pemuda yang aktif berjuang, yakni yeng terhimpun dalam asrama Ika Daikagu (Sekolah Tinggi Kedokteran) dan kelompok pemuda yang terhimpun dalam Badan permusyawaratan/ Perwakilan Pelajar Indonesia (Baperpri).

3. Perlawanan bersenjata
a. Perlawanan Rakyat Aceh
Dibawah pimpinan seorang guru mengaji bernamaTengku Abdul Jalil,rakyat Aceh melakukan perlawanan terhadap tentara Jepang di Cot Plieng. Perlawana terjadi akibat kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh pemerintah pendudukan Jepang.

b. Perlawanan PETA di Blitar
Perlawanan PETA di Bltar pada tanggal 14 Nopember 1944 dipimpin oleh Suriyadi. Perlawanan PETA terhadap Jepang ini merupakan perlawanan yang terbesar sepanjang pemerintahan Jepang. Walaupun perlawanan ini gagal PETA tetap membangkitkan semangat  perjuangan untuk lepas dari penjajahan Jepang. Supriyadi sendiri setelah perlawanan itu tidak diketahui nasibnya

c. Perlawanan di Sumatera Selatan
Pada tanggal 8 oktober 1945, terjadi perebutan kekuasaan di Sumatera Selatan, Residen Sumatera Selatan dr.A.K Gani bersama seluruh pegawai Gunseibu melaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih. Dalamupacara itu diumumkan bahwa di seluruh keresidenan Palembang hanya terdapat satu kekuasaan yaitu kekuasaan dariRepublik Indonesia.perebutan kekuasaan di Palembang tanpa insiden karena orang-orang Jepang telah menghindar ketika terjadi demonstrasi.


E. Akhir Pendudukan Jepang di Indonesia

1. Janji Kemerdekaan dan BPUPKI
Pasukan sekutu dibawah pimpinan Jenderal Douglas Mac Artur dengan stratiginya berhasil merebut pulau demi pulau yang dikuasai oleh Jepang. Dalamkeadaan yang telah terdesakJepang kembalimemberikan janji kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Pada tanggal 1 Maret 1945 Letjen.Kumakici Harada mengumumkan dibentuknya Dokuritsu Junbi Coosakai (BPUPKI) yang diketuai oleh Rajiman Widiodiningrat dengan wakilnya R.P.Soeroso sedangkan anggotanya terdiri dari 60 orang. BPUPKI melakukan sidang sebanyak dua kali. Sidang  pertama dari tanggal 29 maret sampai 1 juni 1945. Sedangkan sidang yang keud berlansung dari tanggal 10-16 Juli 1945. Hasil utama sidang ini adalah sebuah rumusan yang menjadi dasar negara. Pada hari terakhir sidang Soekarno mengemukakan lima dasar negara yaitu:

a. Kebangsaan Indonesia
b. Internasionalisme atau perikemanusian
c. Mufakat atau demokrasi
d. Kesejahteraan sosial
e. Ketuhanan Yang MahaEsa

Kelima asas tersebut oleh Soekarno diberi nama Pancasila. Setelah sidang pertama berakhir kemudian pada tanggal 22 Juni 1945 anggota BPUPKI membentuk panitia sembilan yang terdiri dari:

ü Ir. Soekarno
ü Drs.Moh.Hatta
ü MR.Moh.Yamin
ü Mr.Ahmad Subarjo
ü Mr.A.A.Maramis
ü Abdulkahar Muzakir
ü Wahid Hasim
ü H.Agus Salim
ü Abikusno Cokrosuyoso.

Panitia sembilan tersebut berhasil menyusun piagam jakarta atau Jakarta Charter, yang memuat rumusan lima asas yang merupakanfalsafah atau dasar negara Indonesia merdeka, yaitu:

1) Ketuhanan dengan wajib menjalankanSyariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2) Kemanusian yang adil dan beradab
3) Persatuan Indonesia
4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

BPPKI mengakhiri tugasnya setelah sidang kedua,yaitu setalah sidang berhasil membuat rancangan konstitusi pertama Indonesia yang menghendaki sebuah republik kesatuan dengan jabatan kepresidenan yang sangat kuat dan menetapkan bahwa negra tersebut tidak hanya akan meliputi Indonesia saja, tetapi juga Malaya dan wilayah-wilayah Inggris di Kalimantan (Borneo). Setelah sidang kedua selesaiBPUPKI dibubarkan dan sebagai gantinya pada tanggal7 agustur 1945 dibentukPanitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pada tanggal 9 agustus Soekarno, Hatta dan Rajiman terbang ke Saigon untuk menemui Teauci di Dalat (Vietnam Selatan). Dalam pertemuan itu Jepang memberikan kemerdekaan ke Pada Indonesia pada tanggal24 Agustus 1945.

2. Proklamasi Kemerdekaan
Sekembalinya dari Dalat tokoh-tokoh Indonesia memperoleh informasi bahwa Jepang telah menyerah kalah kepada sekutu. Keadan ini merupakan peluang bagi bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Atas tekad bersama yang dipelopori oleh tokoh-tokoh nasional, maka bangsa Indonesia kemudian mengumandangkan kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945. Hal ini sebagai bukti bahwa kemerdekaan Indonesia munri dari perjuangan bangsa sendiri, bukan hadiah dari Jepang.

3. Makna Proklamasi bagi Bangsa Indonesia
Teks proklamasi kemerdekaan Indonesiamerupakanpernyataan untuk merdeka atau membebaskan diri dari segalabentukpenjajahan bangsa lain atas bangsa dan negara Indonesia. Proklamasi merupakan jembatan emas yang menghubungkan dan menghantarkan bangsa Indonesia dalam mencapai masyarakat baru, yaitu kehidupan yang bebas tanpa tekanan dan ikatan. Proklamasi merupakan seruan yang bersifat legal (berdasarkan hukum) dan resmi. Dalam pengertian ini proklamasi memiliki dua artipenting yaitu:

a. Bangsa Idonesia bertekad yang bulat dan percaya pada kekuatan sendiri telah menjadi bangsa yang telah merdeka, bebas dari tekanan dan penjajahan asing.
b. Bangsa Indonesia menjadi pelopor bagi bangsa-bangsa di asia –Afrika untuk memerdekakan diri dari penindasan bangsa asing. Bangsa Indonesia merupakan bangsa pertama yang merdeka setelah perang dunia II usai.

Oleh  karena itu,  proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dapat dijadikan tonggak pembeharuan kehidupan bangsa Indonesia disegala bidang kehidupan.


F. Pengaruh Jepang yang Masih Terasa Hingga Kini

1. Bidang Sosial-Budaya
Sejak sumpah pemda 28 oktober 1928, pemerintah Jepang memainkan peran yang penting bagi perkembangan bahasa Indonesia. Pada waktu itu bahasa Indonesia digunakan secara meluas pada berbagai intansi termasuk instansi pendidikan. Hal ini berdampak pada sastra. Jepang menghilangkan diskriminasi dibidang pendidikan sebagaimana dipraktikkan pada masa kolonial Belanda. Pada masa pendudukan Jepang rakyat dari segala lapisan boleh mengeyam pendidikan.

2. Bidang Militer
Semangat nasionalisme dibentuk melalui pementuken organisasi semi-militer dan organisasi militer. Kepentingan itu sebetulnya untuk kepentingan Jepang, namun efek sampingnya justru menguntungkan bagiIndonesia terutama dalam proses persiapan kemerdekaannya.

Minggu, 17 Februari 2019

Proklamasi Kemerdekaan dan Terbentuknya Pemerintahan Indonesia

Proklamasi Kemerdekaan dan Terbentuknya Pemerintahan Indonesia


A.    Peristiwa-peristiwa sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
1.     Kekalahan Jepang dalamperang Asia Timur Raya(Perang Pasifik)
Perang Pasifik berakhir dengan kekalahan Jepang. Dengan kekalahan itu Jepang harus membuat suatu perjanjian atas pernyerahannya kepada sekutu yang ditanda tangani  secara resmi diatas kapal USS Missouri pada tanggal 2 sepember 1945, dengan wakil sekutu Jenderal Douglas McArthur dan wakil Jepang Menteri Luar negeri Mamoro Shigemitsu. Pemboman atas Hirosima dan Nagasaki membuat Jepang tidak ada pilihanlain untuk menyerah. Hal itu ditambah lagi dengan pemboman sekutu atas kawasan-kawasan industri strategis di Jepang, termasuk industri galangan kapal.
2.       Perbedaan pendapat tentang proklamasi Kemerdekaandan peristiwa Rengasdengklok
Sehari setelah pemboman sekutu atas kota Hiroshima, yaitu tanggal 7 Agustus 1945, sekutu menjatuhkan bom ataom kedua dikota Nagasaki. Dengan dijatuhkannya bom atom di Nagasaki dan Hiroshima membuat Jepang tidak berkutik. Dan menyerah ada tanggal 15 agustus 1945 kepada Sekutu. Dihariyang sama Soekarno dan Rajimanwidiodiningrat pergi terbang ke Dalat, Vietnam atas permintaan Marsekal Terauchi.sehari kemudian pada tanggal 10 agustus, Sutan Syahrir mendegar dari siaran radio British Broadsting Corporation (BBC) tentang kemungkinan Jepang akanmenyerah kepada sekutu. Seiring keberangkatan Soekarno dan Hatta ke Vietnam, para aktivis pergerakan tanah air baik tua maupun muda, mulai membicarakan rencana poklamasi kemerdekaan. Tidak ada yang berkeberatan jika proklamasi kemerdekaan dilaksanakan secepat-cepatnya. Namun berdasarkan pertimbangan akan khawatir bahwa sekutu akan menjadi penguasa selanjutnya, sudah dapat dipastikan Belanda melali NICA akan kembali menguasai Indonesia. Jika hal ini terjadi kemerdekaan sulit terwujud.
Hal ini menjadi ketegangan antara golongan tua dan golongan muda.  Golongan tua diwakili oleh Soekarno dan Hatta menghendaki Kooperatif dengan Jepang. Atinya segala sesuatnya harus dikonsultasikan dulu dengan Jepang. Ada dua pertimbangan mendasar Soekarno:
a.      Belum ada kepastia kalauJepang sudah kalah dan menyerah kepada sekutu. Angkatan perang Jepang di Indonesia masih berada dalamkeadaan siaga dan dengan kekuatan penuh.
b.     Jepang sendiri telah berjanji akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia, yaitu tanggal 24 Agustus 1945. Oleh karena itulah Soekarno berpendapat bahwa waktu yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan menunggu keputusan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), lembaga bentukan Jepang. Sementara itu, golongan muda yang diwakili oleh Sutan Syahrir  bersikap nonkooperatif. Menurut golongan muda proklamasi kemerdekaan harus dilaksanakan sesuai keinginan rakyat Indonesia sendi bukan atas usulan atau persetujuan dai Jepang. Menurut kaum muda kemerdekaan Indonesia bukan pemberian Jepang, melainkan hasil perjuangan dan pengorbanan rakyat Indonesia sendiri. Golongan muda bahkan menyatakan sikap perlawanan dengan kekuatan senjata jika Jepang campur tangan. Golongan muda berusaha menyakinkan Soekarno dan Hatta bahwa Jepang sudah menyerah dan rakyat siap melawan Jepang apa pun resikonya. Namun Soekarno tidak bergeming.  Pada tanggal 15 Agustus malam hari sekitar pukul 20.00, golongan muda dipimpin Chaerul Saleh menggelar rapat di ruang Laboratorium Mikrologi di Pegangsaan Timur untuk membicarakan pelaksanaan Proklamasi kemerdekaan tanpa campur tangan Jepang. Rapat tersebut menghasilkan dua keputusan yaitu;
1)  Mendesak Bung Karno dan Bung Hatta agar melepaskan ikatannya dengan Jepang dan harus bermusyawarah dengan pemuda.
2)    Mendesak Bung Karno dan Bung Hatta agar dengan atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia malam itu juga atau paling lambat pada tanggal 16 Agustus 1945. Namun lagi-lagi Bung Karno bertahan pada pendiriannya. Pada tanggal 16 Agustus 1945 dini hari sekitar jan 04.00 sejumlah pemuda diantaranya Soekarni, Wikana, dan Chaerul Saleh memaksa membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Aksi penculikan ini mengecewakan Bung Karno, namun para pemuda menganggapnya sebuah tindakan patriotik. Soekarno dan Hatta berada di Rengasdengklok seharian penuh dengan menempati sebuah rumah milik warga masyarakat keturunan Tionghoa yang bernama Jo Ki Song. Sementara itu di Jakarta terjadi kesepakatan antara Wikana yang mewakili golongan muda dan Ahmad Soebarjo mewakili golongan tua. Isi kesepakatan itu adalah bahwa proklamasi akan dilaksanakan paling lambat pada tanggal 17 Agustus. Atas kesepakatan itu Ahmad Soebarjo bergegas ke Rengasdengklok dan membawa Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta.

3.       Penyusunan Naskah Proklamasi
Soekarno dan Hatta bergegas menuju rumah Laksamana Maeda Tadashi di jalan Imam Bonjol No.1 guna melakukan rapat menyiapkan teks proklamasi. Turut bersama mereka Ahmad Soebarjo, Soekarni, Burhanudin, Mmuhammadiah Diah (B.M.Diah), Sudiro dan Sayuti Melik. Setelah naskah telah selesai Soekarnomeminta Sayuti Melik untuk mengetiknya. Sebenarnya Soekarno menyarnkan semua tokoh yang hadir dapat membubuhkan tanda tangan. Namun diputuskan hanya Soekarno dan Hatta yang menandatangani naskah proklamasi atas nama bangsa Indonesia. Sertelah penandatangan mereka merundingkan lokasi pelaksanaan proklamasi. Semula disepakati akan dilaksanakan dilapangan IKADA, namun Soekarno khawatir pelaksanaan proklamasi akan memicu bentrokan dengan tentaraJepang. Maka disepakati upacara proklamasi di halaman rumah Soekarno yaitu jalan Pegangsaan Timur No.56 Jakarta, atau sekarang jalan Proklamsi No.1.
4.       Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Para pemimpin bangsa Indonesia mulai berdatangan menjelang pukul 10.00 WIB ke rumah kediaman Soekarno. Lima menit sebelum acara dimulai Bung Hatta langsung menuju ke kamar Bung Karno kedua pemimpin itu keluar dan langsung menuju ke tempat yang telah disediakan dengan diiringi oleh ibu Fatmawati. Dengan suara yang mantap Soekarno mengucapkan pidato pendahuluan sebelum membacakan teks proklamasi kemerdekaan. Teks proklamasi dibacakan tepat pada pukul 10.00 WIB. Setelah teks proklamasi selesai dibacakan Sudanco Suhud dan Latief Hendranigrat mengibarkan bendera merah putih. Pada saat itu juga semua yang hadir spontan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
5.       Penyebaran Berita Proklamasi
Setelah proklamasi kemerdekaan dilaksanakan pada hari itu juga alinan teks disampaikan kepada kepala Hoso Kanri Kyoku atau Pusat Jawatan Radio (RRI). Selanjutnya operator radio bernama F.Wuz menyebarkan berita kemerdekaan Indonesia melali radio. Selain mealui radio berita kemrdekaan Indonesiadisebarkan melalui surat kabar, pamflet, poster serta coretan-coretan di gerbong ketera api dan didinding-dinding kota.

B.    Pembentukan Pemerintahan Indonesia dalam Sidang PPKI (18-22 Agustus 1945)
·         Hari Pertama Mengesahkan Undang-undang Dasar 1945 sertamemilih Presiden dan Wakil Presiden
Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengadakan sidang pertama dan menghasilkan beberapa keputusan, yaitu:
1)       Mengesahkan dan menetapkan Undang-Undand Dasar sebagai konstitusi negara (UUD 1945)
2)       Memilih Soekarno sebagai presiden dan Hatta sebagai wakil presiden.
3)       Presiden sementara waktu akan dibantu oleh komite nasional.

·         Hari kedua; pembentukan kementerian dan pembagian wilayah
PPKI menetapkan 12 departemen, menunjuk para pejabat departemen, serta menetapkan wilayah Republik Indonesia dengan meliputi delapan provinsi sekaligus menunjuk gubernurnya.
1)       Jawa Barat                                                      :MasSutardjo Kertohadi  Kusumo
2)       Jawa Tengah                                                   : Raden Panji Suroso
3)       Jawa Timur                                                     : Raden Mas Temenggung Ario Soerjo
4)       Borneo (Kalimantan)                                     : Mohammad Noor
5)       Sulawesi                                                           : Sam Ratulangi
6)       Maluku                                                            : Jonnes Latuharhary
7)       Sunda Kelapa (Nusa Tenggara)                    : Mr.I.Gusti Ketut Pudja
8)       Sumatera                                                         : Mr. Teuku Moh. Hassan

Diluar itu masih ada tambahan dua daerah istimewa, yaitu Yogyakarta dan Surakarta.

Pada tanggal2 september 1945 bertempat di Hotel Miyako (Des Indes) presiden Soekarno melantik kabinet pertama Republik Indonesia, yang terdiri atas12 menteri departemen, 4 menterinegara dan 4 pejabat negara.
Kabinet pertama Republik Indonesia:
            1)       Menteri dalam negeri                                      : R.A.A. Wiranatakusuma
            2)       Menteri luar negeri                                          : Mr. Achmad Subarjo
            3)       Menteri keuangan                                            : Mr. A.A. Maramis.
            4)       Menteri kehakiman                                          : Ir. Surachman cokrodisuryo   
            5)       Menteri keamanan rakyat                                 : Supriyadi
            6)       Menteri pengajaran                                          : Ki Hajar Dewantara
            7)       Menteri penerangan                                         : Mr. Amir Syarifuddin
            8)       Menteri sosial                                                   : Mr. Iwa Kusumasumantri
            9)       Menteri pekerjaan Umum                                : Abikusno Tjokrosuyoso
            10)   Menteri kesehatan                                            : dr. Boentaran Martoatmojo
            11)   Menteri perhubunga (ad interim)                     : Abikusno Cokrosuyoso
            12)   Menteri Kemakmuran                                      : Ir.D.P.Surahman

Empat menteri negara terdiri dari Wahid Hasyim, dr. M.Amin,Mr. R.M.Sartono, dan Otto Iskandardinata. Sementara itu empat pejabat negara terdiri dari:
1)       Ketua Mahkamah Agung                                 : Mr. Dr. Kusuma Atmaja
2)        Jaksa Agung                                                    : Mr. Gatot Tarunomiharjo
3)       Sekretaris negara                                              : Mr. A.G. pringgodigdo
4)       Juru bicara negara                                            : Sukarjo Wiryo Pranoto

·       Hari ketiga: Membentuk Tiga Badan Baru (KNI, PNI, dan BKR)
Pada hari ketiga, tanggal 22 Agustus presiden memutuskan berdirinya tiga badan baru yaitu:
             a.        Pembentukan Komite Nasional Indonesia
KNIP memiliki wewenang legeslatif, yang ditetapkan dalam rapatpertama KNIP tanggal 16 oktober 1945. KNIP diakui sebagai cikal bakal badan legeslatif di Indonesia, pada tanggal 29 agustus 1945 KNIP resmi menjadi Dewan perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)
            b.       Partai Nasional Indonesia
Pada mulanya pembentukan PNI bertujuan menjadikannyasebagai partai tunggal di Indonesia. Pimpinan utamanya adalah Soekarno,pimpinan keduaMoh.Hatta dan dewan pimpinan lainya terdiri dari Gatot Tarunamiharja, Iwa Kusumasumantri, A.A.Maramis, Sayuti Melik dan Sujono.
          c.        Badan keamanan Rakyat ((BKR)
         Awalnya BKR dibentuk bukan sebagai kesatuan militer yang resmi. Tetapi ketegangan politik yang terjadi menyadarkan pemerintah bahwa BKR tidak cukup untuk mempertahankan negara dari serangan musuh. Pemerintah Indonesia sadar bahwa sulit  mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara tanpa memiliki angkatan perang. Maka melalui maklumat pemerintah tanggal 5 oktober 1945, dibentuklah Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

C.  Dukungan dan Reaksi Rakyat Indonesia terhadap Proklamasi Kemerdekaan
ü  Reaksi langsung dan Spontan
Reaksi langsung dan dukungan spontan terhadap proklamsi tampak dimana-mana diantaranya:
1)       Comite van Actie (komite aksi)
Komite aksi merupakan utusan laskar perjuangan yang terdiri dari angkatan pemuda Indonesia (API), Barisan Rakyat Indonesia(BARA), Barisan Buruh Indonesia (BBI) dan lain sebagainya.
2)       Dukungan pemimpin keresidenan
Beberapa pimpinan keresidenan di Jawa menyambut proklamasi kemerdekaan dengan menyatakan diri sebagai bagian dar Republik Indonesia.
3)       Pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Sultan Hamengkubuwono IX menyetakan “Negeri Ngayogyakarta Hadininggrat” yang bersifat kerajaan adalah daerah istimewa dalam wilayah negara Indonesia.
Berikut kutifan pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono IX:
·         Negara Ngayogyakarta Hadiningrat yang bersifat kerajaan adalah daerah istimewa dari negaraRepublik Indonesia.
·         Sebagai kepala negara, Sri sultan Hamengkobuwono IX memegang pemerintahan di wilayah kesultanan Yogyakarta.
·         Kesultanan Yogyakarta mempunyai hubungan langsung dengan pemerintah pusat Republik Indonesia dan Sultan Hamengkubuwono bertanggung jawab atas negeri Yogyakarta langsung kepada presiden Republik Indonesia.
4)       Peristiwa Lapangan Ikada
Rapat akbar di Lapangan IKADA Jakarta merupakan bentuk protes dan perlawanan terhadap Jepang. Rapat raksasa di lapangan IKADA Jakarta pada tanggal 19 september 1945 tujuannya adalah:
·         Para pemimpin rakyat Indonesia dapat berbicara dihada[an rakyat sehingga semangat kemerdekaan tetap bertahan dihati rakyat.
·          Menunjukkan kepada duniabahwabangsaIndonesia dapat meraih kemerdekaan karena perjuangan sendiri,bukan atas pemberian Jepang.

Suasana di lapangan IKADA menjadi tegang setelah pasukan Jepang datang dan mengepung dengan persenjataan lengkap. Meskipun demikian massa tetap berdatangan ke tempat tersebut. Meskipun berlangsung singkat rapat akbar di lapangan IKADA memiliki makna yang penting sebagai berikut:
a.        Berhasil memperetemukan pemerintah Indonesiadengan rakyatnya
b.       Merupakan perwujudan kewibawaan pemerintah Republik Indonesia dihadapan rakyat
c.        Berhasil menggugah kepercayaan rakyat akan kekuatan bangsa Indonesia.
ü  Pelucutan senjata dan PengambilalihanAset Jepang
Pelucutan senjata milik Jepang dimaksudkan untuk:
(1)  Mendapatkan senjata untukmodal perang
(2)  Mencegah senjata Jepang agar tidak jatuh ketangan sekutu
(3)  Mencegah agar senjata Jepang tidak digunakan untuk membunuh rakyat.

D. Sistem Pemerintahan Indonesia pada Masa Awal Kemerdekaan
Pada tanggal 16 dan 17 oktober 1945, lembaga pembantu dan penasehat presiden, yaitu KNIP mengadakan sidang pertamanya, yang bertempat di Balai Muslimin, jalan Kramat Raya, Jakarta. Sidang dipimpin oleh ketuanya Kasman Singodimedjo. Pelaksanaan sidang ini karena adanya petisi Sjahrir dkk, yang isinya desakan perubahan sistem pemerintahan. Menurutnya sistem presidensil kekuasaanya terlalu besar oleh karena itu beliau mengusulkan menggunakan sistem parlementer yang diyakini lebih cocok untuk kondisi Indonesia yang memiliki beragam ideologi, paham serta pandangan politiknya. Karena itu langkah syahrir adalah membentuk serta memperkuat lembaga legeslatif, pusat kekuasaan yamg sesungguhnya dalam sistem parlementer. Pada tanggal Soekarni mengusulkan agar perjuangan Republik Indonesia menjadi lebih revolusioner. Katanya KNIP harus mempunyai pimpinan yang bertanggung jawab dan birokrasi bertele-tele harus dihapuskan dari sistemkerja KNIP.


Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Damancum Mulsi
Dwi Iryani
Muhammad Sholihin

Contact

Hubungi Kami

Silakan hubungi kami jika ada hal yang ingin ditanyakan, semoga kami dapat membantu anda.

Address:

Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur

Work Time:

Setiap Saat

Phone:

-

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Halaman