Senin, 12 Oktober 2020

Stratifikasi Sosial

Menurut Pitirim A. Sorokin, stratifikasi sosial merupakan pembedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Penggolongan masyarakat secara bertingkat menyebabkan munculnya kelas social. Sebagai contoh, masyarakat kelas sosial atas, menengah dan bawah. Perbedaan kelas sosial tersebut berkaitan dengan sesuatu yang dihargai oleh masyarakat. Ukuran yang digunakan dalam sistem stratifikasi sosial antara lain kekayaan, kekuasaan, keturunan, kehormatan (prestise) dan jenjang pendidikan.

Stratifikasi Sosial menyebabkan ketidakseimbangan hak dan kewajiban individu atau kelompok dalam struktur social. Stratifikasi sosial dalam masyarakat memiliki unsur pokok yang membentuknya. Adapun unsur-unsur pokok tersebut sebagai berikut.


ü  Status social

Status sosial diartikan sebagai kedudukan seseorang dalam kelompok masyarakat. Status sosial seseorang dapat diklasifikasikan menjadi tiga bentuk sebagai berikut.

·   Ascribed Status yaitu kedudukan yang diperoleh seseorang melalui kelahiran/keturunan bukan serangkaian usaha.

·    Achived Status yaitu kedudukan yang dicapai seseorang melalui kerja keras atau usaha-usaha yang dilakukan. Kedudukan ini bersifat terbuka bagi semua orang sesuai kemampuan.

·  Assigned Status yaitu kedudukan yang diberikan. Artinya, suatu kelompok/golongan memberikan kedudukan yang lebih tinggi kepada seseorang yang berjasa/memperjuangkan sesuatu demi kepentingan masyarakat.


ü  Peran Social

Seseorang yang memiliki status sosial dalam masyarakat berarti memiliki hak dan kewajiban. Individu yang telah melaksanakan hak-hak dan kewajiban sesuai status sosialnya, artinya telah menjalankan peran social. Dengan demikian, peran sosial dapat diartikan sebagai tingkah laku yang diharapkan dari individu sesuai status sosial yang disandang.

Unsur-unsur stratifikasi sosial membentuk sistem pelapisan sosial untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem pelapisan sosial dalam masyarakat sebagai berikut.

·      Terbuka


Sistem pelapisan sosial terbuka (Opened Social Stratification) bersifat dinamis. Sistem pelapisan sosial terbuka memberi kesempatan kepada individu/kelompok untuk naik ke lapisan atas atau mengalami penurunan ke lapisan bawah. Sistem pelapisan sosial terbuka dapat digambarkan sebagai berikut.

 

·      Tertutup


Sistem pelapisan sosial tertutup (Closed Social Stratification) menyebabkan masyarakat sulit melakukan perpindahan status ke lapisan atas atau lapisan bawah. Cara memperoleh status pada sistem stratifikasi ini melalui kelahiran atau keturunan. Sebagai contoh, pelapisan sosial dalam masyarakat yang menganut sistem kasta. Sistem pelapisan sosial tertutup dapat digambarkan sebagai berikut.

 

·      Campuran


Sistem pelapisan sosial campuran merupakan sistem stratifikasi di satu sisi membatasi kemungkinan perpindahan strata, di sisi lain membiarkan perpindahan strata pada bidang tertentu. Sebagai contoh, masyarakat Bali menerapkan Sistem pelapisan tertutup melalui kasta, tetapi secara ekonomi masyarakat Bali menerapkan sistem pelapisan terbuka. Sistem pelapisan sosial campuran dapat digambarkan sebagai berikut.

 

Kompleksnya aktivitas masyarakat menyebabkan bentuk stratifikasi sosial semakin beragam. Beragam bentuk sistem stratifikasi sosial dalam masyarakat didasarkan pada kriteria berikut.

· Kriteria ekonomi kriteria stratifikasi bidang ekonomi membedakan kelas sosial berdasarkan kepemilikan kekayaan atau penghasilan tingkat ekonomi membagi pelapisan sosial dalam tiga kelas seperti gambar berikut. Keterangan kelas atas kelas kelas atas atas kelas atas menengah kelas atas bawah kelas menengah middle-class kelas menengah atas kelas menengah kelas menengah bawah kelas bawah lower class kelas bawah atas kelas bawah menengah kelas bawah bawah


·  kriteria, pendidikan kriteria, pendidikan membedakan masyarakat berdasarkan tinggi rendahnya tingkat pendidikan semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang semakin tinggi kedudukan sosialnya dalam masyarakat sistem pelapisan sosial dengan kriteria pendidikan dapat digambarkan sebagai berikut lulusan perguruan S1 S2 dan S3 lulusan SMA Ma SMK lulusan SMP MTS tidak mengenyam pendidikan atau lulusan sd. Kriteria status sosial


·  kriteria status sosial membedakan kelas sosial berdasarkan status sosialnya anggota-anggota masyarakat yang memiliki status sosial lebih terhormat menempati lapisan sosial lebih tinggi dibandingkan anggota masyarakat yang tidak memiliki status sosial dalam masyarakat sebagai contoh status sosial sebagai tokoh masyarakat tokoh cendekiawan dan pemuka agama lebih dihormati oleh masyarakat

·  kriteria politik kriteria politik membedakan masyarakat berdasarkan kekuasaan yang memiliki yang mereka miliki. Semakin besar kekuasaan yang dimiliki seseorang, semakin tinggi status sosialnya. Bentuk kekuasaan dibagi menjadi tiga tipe pelapisan sosial berikut.

ü   tipe kasta yaitu sistem pelapisan sosial yang sulit untuk melakukan perpindahan status dari bawah ke atas ataupun sebaliknya karena dipisahkan oleh garis tegas dan bersifat kaku contoh pelapisan kekuasaan berdasarkan tipe kasta tampak pada gambar berikut tipe oligarki yaitu sistem pelapisan sosial yang masih memiliki garis pemisah tegas akan tetapi dasar pembedaan kelas sosial ditentukan oleh kebudayaan masyarakat pada



ü   tipe oligarki kedudukan setiap individu masih didasarkan pada kelahiran Meskipun demikian Individu memiliki kesempatan naik ke lapisan sosial atas sistem pelapisan tipe oligarki tampak pada gambar berikut

ü  tipe demokratis yaitu tipe pelapisan sosial dengan garis pemisah antar lapisan bersifat fleksibel faktor kelahiran tidak mempengaruhi sistem pelapisan sosial ini contoh sistem pelapisan sosial dengan tipe demokratis tampak pada gambar berikut 

1 komentar:

Contact

Hubungi Kami

Silakan hubungi kami jika ada hal yang ingin ditanyakan, semoga kami dapat membantu anda.

Address:

Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur

Work Time:

Setiap Saat

Phone:

-

Diberdayakan oleh Blogger.