Senin, 08 Februari 2021

Langkah-Langkah Penelitian Sejarah


 

Peranan dalam penelitian sejarah

Penelitian merupakan suatu proses mencari tahu yang dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistematis. Tujuannya untuk menemukan, mengartikan dan memperbaiki fakta-fakta sehingga akan tercapai pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu peristiwa, tingkah laku, teori/hukum.

Penelitian sejarah merupakan proses mengkaji yang dilakukan secara sistematis suatu peristiwa masa lalu dalam rangka mendapatkan pengetahuan serta pemahaman yang mendalam dan makna dari peristiwa tersebut.

 

Langkah-langkah dalam penelitian sejarah

Langkah tersebut, yang disebut dengan metode ilmiah, yaitu pedoman yang digunakan dalam meneliti suatu peristiwa sejarah. Langkah tersebut memperlihatkan sebuah kerja ilmiah.

Metode penelitian disebut juga metode sejarah, yaitu proses menguji dan menganalisis secara kritis sumber sejarah dan peninggalan masa lampau dalam rangka menghasilkan gambaran yang benar tentang peristiwa itu. Secara operasional, metode sejarah itu adalah langkah-langkah penelitian yang harus dilalui peneliti dalam rangka menghasilkan pemahaman yang tepat tentang suatu peristiwa masa lalu.

Menurut Kuntowijoyo, langkah-langkah penelitian itu meliputi pemilihan topik, pengumpulan sumber atau data (heuristic), verifikasi (kritik sejarah), interpretasi, dan penulisan (historiografi). Metode itu hanyalah instrumen atau alat untuk memperoleh hasil penelitian yang bermutu serta dapat diakui dan dipercaya masyarakat.

Dengan menggunakan metode sejarah secara tepat, pertanyaan-pertanyaan dasar penelitian berikut ini dapat dijawab tuntas sehingga pada glirannya mendukung sebuah historiografi yang layak. Pertanyaan-pertanyaan dimaksud adalah sebagai berikut.

·    peristiwa seperti apa yang akan terjadi (What)?

·    Kapan terjadi peristiwa itu (When)?

·    Dimana terjadinya peristiwa itu (Where)?

·    Siapa-siapa saja yang terlibat dan apa hubungan antarpelaku (who)?

·    Mengapa itu terjadi (Why)? Apa latar belakangnya? Apa saja factor-faktor pemicunya?

·    Bagaimana proses yang akan terjadinya  (How)?

·    Apa dampaknya terhadap kehidupan manusia waktu itu?

Langkah-langkah penelitian sejarah, secara runtut yaitu memilih topik, mengumpulkan data, melakukan verifikasi terhadap data, menginterpretasikan data dan menulis hasil penelitian. Proses tersebut lazim disebut juga proses metodologis dalam penelitian, yaitu langkah-langkah atau proses yang digunakankan di dalam mencari dan menemukan jalan menuju kebenaran sejarah.

Kemampuan metodologi sangat menentukan apakah seorang peneliti dapat dipercaya atau tidak (faktor kredibilitas). Kredibilitas yang tinggi Artinya bahwa dalam pandangan komunitas sejarah dan masyarakat, peneliti tersebut mengikuti prosedur-prosedur ilmiah atau metode ilmiah yang ketat serta bersikap serius dalam meneliti subjeknya.


Kemampuan metodologis harus juga disertai dengan kemampuan lain, yaitu kemampuan teknis. Dalam proses metodologis dan proses teknis inilah sejarawan terlibat dalam apa yang sering kita sebut proses rekonstruksi masa lalu. Hasilnya diharapkan memberikan gambaran yang benar tentang suatu peristiwa masa lalu yang diteliti itu. Selanjutnya, mari kita ikuti langkah-langkah penelitian berikut.


a)     Pemilihan Topik

Sebelum melaksanakan kegiatan penelitian, peneliti harus terlebih dahulu menentukan topik yang akan diteliti. Pemilihan topik hendaknya memenuhi hal-hal sebagai berikut.

· Unik. Topik yang dipilih mengundang rasa ingin tahu dan ketertarikan pembaca untuk membacanya

·   Bernilai. Permasalahan yang diteliti memiliki arti penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan pada akhirnya berguna bagi masyarakat

·    Kesatuan. Unsur-unsur yang dijadikan bahan penelitian mempunyai satu kesatuan ide

·   Orisinal. Topik yang dipilih merupakan sebuah upaya untuk melakukan sebuah pembuktian baru atas peristiwa yang sama.

· Praktis. Data yang dibutuhkan sesuai dengan kemampuan atau sumber daya yang dimiliki peneliti

Selain itu, dalam proses pemilihan topik, seorang sejarawan harus memperlihatkan kedekatan Kedekatan intelektual terhadap topik yang dipilih. Kedekatan emosional berarti peneliti suka dan tertarik dengan topik yang dipilihnya. Hal ini penting sebab penelitian yang dilakukan dengan senang hati lebih besar kemungkinannya menghasilkan penelitian yang bermutu dibandingkan Penelitian yang dilakukan setengah hati. Sementara itu, kedekatan intelektual berarti peneliti menguasai topik yang dipilih.

 

b)     Heuristik

Bukti sejarah adalah peninggalan-peninggalan yang berkaitan dengan aktivitas manusia pada masa lampau yang dapat mendukung kebenaran dari peristiwa yang diteliti. Bukti sejarah merupakan data atau informasi penting untuk menyingkap kebenaran suatu peristiwa sejarah.

Istilah lazim untuk proses pengumpulan bukti-bukti atau data ini adalah heuristic, dari kata bahasa Yunani heuriskein yang berarti mencari atau menemukan. Data adalah kumpulan fakta atau informasi yang menjadi dasar bagi analisis dan interpretasi peneliti. Informasi-informasi tersebut disebut sumber sejarah.

Dalam semua kegiatan penelitian, sumber merupakan acuan pokok dari materi yang akan dikaji. Kerja peneliti sama seperti kerja seorang detektif, mengumpulkan dan melacak berbagai bukti dan informasi tentang topik penelitiannya. Berbagai kemungkinan yang bisa terjadi kemudian direkonstruksi dan diuji.

Berdasarkan cara mendapatkannya, sumber ada dua macam, yaitu sumber primer dan sumber sekunder:

·   Sumber primer, yaitu berupa wawancara langsung sumber pertama (pelaku atau saksi sejarah), dokumen asli, laporan atau catatan, foto, relikui/benda peninggalan, dan artefak. Berikut ini contoh data primer.



· Sumber sekunder, yaitu informasi yang diperoleh dari buku teks, Koran, majalah, ensiklopedia, tinjauan penelitian dan referensi-referensi lain.

 

Berdasarkan bentuknya, ada tiga macam sumber yaitu sumber, yaitu sumber tulisan, sumber lisan,  dan sumber benda.

· Sumber tulisan, yaitu sumber berbentuk tulisan yang mengandung informasi tentang suatu peristiwa. Contohnya, prasasti, naskah, buku, dokumen tertulis, arsip dan koran

· Sumber lisan, yaitu keterangan-keterangan yang diperoleh dari Pelaku dan saksi sejarah. Contohnya, rekaman pidato dan video

·   Sumber benda, yaitu sumber berbentuk artefak atau hasil-hasil budaya yang ditemukan di suatu tempat. Contohnya, peralatan-peralatan penunjang kegiatan manusia, senjata, fosil, foto, dan bangunan-bangunan bersejarah.


Beberapa masalah yang muncul terkait sumber sejarah yang sudah didapatkan, di antaranya sebagai berikut.

·   Sumber sudah sangat tua

· Sumber tidak boleh sembarangan dibaca (pada daerah tertentu yang boleh membaca hanya orang-orang tertentu)

·    Kesulitan dalam memahami bahasa yang digunakan

·    Lebih banyak menggunakan tulisan tangan (sumber tua)

·   Sumber masih tertutup (batas dibukanya sumber sekitar 25 tahun setelah peristiwa itu terjadi).

 

c)     Kritik

Setelah data terkumpul dan terorganisasi dengan baik, proses berikutnya adalah menguji keaslian dan keabsahan data. Proses ini lazim disebut kritik atau verifikasi sejarah.

Setiap sumber informasi harus diuji keaslian dan keabsahannya karena setiap sumber dapat saja dipengaruhi oleh berbagai factor, seperti prasangka, kondisi ekonomi dan iklim politik saat penelitian berlangsung. Pengujian dilakukan dengan membanding-bandingkan semua demi mendapatkan data yang paling mendekati kebenaran. Data sejarah atau bukti-bukti sejarah yang telah diverifikasi kemudian menjadi fakta sejarah

Fakta-fakta sejarah inilah yang kemudian menjadi landasan penulisan sejarah. Peneliti menyusun, memilah-milah dan membuat hubungan di antara fakta-fakta, membuat hipotesis atau menarik benang-benang merah tertentu, lalu menulis sudut pandang atau konstruksinya sendiri tentang peristiwa yang diteliti (lihat pembahasan tentang tahap interpretasi).

Ditinjau dari sifatnya, fakta sejarah dapat dikategorikan dalam dua jenis, yaitu fakta keras dan fakta lunak

·   Fakta keras (hard fact), yaitu fakta yang telah diterima kebenarannya atau fakta yang sudah pasti dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Contohnya, pada 17 Agustus 1945 Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.



·   Fakta lunak (soft fact), yaitu fakta yang masih memerlukan bukti lebih kuat lagi untuk diyakini kebenarannya. Contohnya, lokasi pusat Kerajaan Sriwijaya sampai saat ini masih belum dapat dipastikan dengan benar dan di diskusikan tentang hal tersebut terus berlangsung.


Ditinjau dari wujudnya, fakta dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fakta mental dan fakta social

·  Fakta mental, yaitu fakta yang bersifat abstrak, misalnya perasaan, pandangan, keyakinan, dan kepercayaan. Contohnya, gambaran atau pandangan para bangsawan terhadap nilai-nilai tradisi, seperti kebiasaan memberikan sesaji, mencuci pusaka keraton pada saat-saat tertentu, dan melakukan ritual pemujaan terhadap penguasa Laut Selatan.

·   Fakta social, yaitu konteks hubungan antar manusia dan situasi masyarakat pada saat peristiwa terjadi. Contohnya, Bagaimana kondisi sosial  masyarakat Majapahit ketika Prabu Hayam Wuruk menjadi raja? Lembaga-lembaga apa saja yang berfungsi sebagai pengatur masyarakat? Bagaimana raja mengatur kehidupan beragama masyarakat?

 

Selanjutnya, kritik atau verifikasi ada dua macam yakni sebagai berikut.

·       Kritik Eksternal

Kritik eksternal adalah kritik atau verifikasi terhadap keabsahan (keakuratan) dan keaslian atau autentisitas informasi atau dokumen, seperti bahannya (dokumen dengan tulisannya).

Kritik eksternal dalam hal keabsahan (keakuratan) data antara lain menyangkut pernyataan-pernyataan berikut.

1) Apakah data awal telah diubah, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, dengan menyalinnya?

2)    Apakah dokumen itu asli atau Salinan?

3) Jika tanggal dan penulis data tidak diketahui, apakah ada petunjuk internal yang menunjukkan asal mulanya?

 

·       Kritik Internal

Kritik internal adalah kritik atau verifikasi terhadap kredibilitas atau keterpercayaan data. Jadi, menyangkut isi informasi, apakah data dapat dipercaya atau tidak. Dalam hal ini, seorang peneliti harus bersikap objektif dan netral dalam menggunakan data yang telah diperoleh sehingga peristiwa sejarah itu terjamin kebenarannya. Kritik internal umumnya terkait erat dengan keabsahan (validitas) dan makna data. Dalam hal keabsahan data, kritik internal menggunakan pernyataan-pernyataan sebagai berikut.

1)    Apa yang dimaksudkan penulis dengan setiap kata atau pernyataan dalam data?

2)    Seberapa jauh penulis dapat dipercaya?

3)    Apa sebetulnya yang ingin dikatakan penulis?

4)   Bagaimana menafsirkan (menginterpretasikan) kata-kata yang digunakan penulis?

 

·       Interpretasi

Setelah diverifikasi, data lalu diinterpretasi. Peneliti merangkai fakta-fakta yang telah didapatkan serta melihat keterkaitan diantara fakta-fakta itu, disebut juga interpretasi sintesis, melihat hubungan sebab akibat,  disebut interpretasi analisis, serta menarik benang merah atau membuat konstruksinya sendiri atas peristiwa itu. Benang merah ini kemudian diuji di analisis sekali lagi sampai akhirnya peneliti siap menyampaikan hasil penelitiannya secara tertulis. Jadi, pada tahap akhir interpretasi, peneliti sudah mempunyai struktur atau sudut pandang sendiri tentang topik yang diteliti.

 

·       Historiografi

Historiografi berasal dari bahasa Latin historiographia, historia, berarti “sejarah”, “narasi”, dan graphia berarti “penulisan”. Historiografi merupakan tahap akhir dari metode sejarah yakni, berupa kegiatan menulis. Dalam tahap historiografi. fakta-fakta yang yang telah dikumpulkan, dikritik dan diinterpretasikan kemudian disajikan dalam bentuk tulisan yang logis, sistematis dan bermakna.

Ringkasnya, historiografi mencakup penyajian latar belakang atau konteks peristiwa, kronologi peristiwa, analisis sebab-akibat dan uraian mendalam mengenai hasil penelitian, dampak serta kesimpulan penelitian.

Dalam kerangka itu, pernyataan-pernyataan berikut kiranya membantu.

1)    Apa yang sebenarnya telah terjadi pada masa yang lalu tersebut?

2)    Apa dan siapakah penyebab utama dari peristiwa sejarah itu?

3)  Sejauh manakah sebab dan akibat atas peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lalu dapat ditentukan?

4)    Apakah pengetahuan yang diperoleh pada masa lalu tersebut dapat memberikan kontribusi bagi pemahaman kita tentang peristiwa yang sedang berlangsung saat ini?

5)  Apakah peristiwa-peristiwa yang telah terjadi pada masa yang lalu tersebut memiliki pola-pola yang dapat digunakan untuk memprediksi peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa yang akan datang?

 

Berikut penjelasan tentang sumbangan ilmu-ilmu sosial tersebut:

·       Arkeologi

Seorang arkeolog memiliki peran penting terhadap ilmu sejarah karena kemampuannya mengidentifikasi sumber-sumber sejarah, terutama sumber benda berupa artefak dan bangunan bersejarah. Proses identifikasi yang dilakukan arkeolog biasanya terkait dengan lokasi penemuan, jenis dan fungsi artefak, usia dan perkiraan zaman penggunaan benda itu. Kerja seorang arkeolog juga mendapat bantuan dari ilmu-ilmu lain, seperti pedologi, yaitu ilmu untuk mengenali jenis-jenis lapisan tanah sehingga usia benda-benda yang ditemukan dalam proses ekskavasi (penggalian) dapat diperkirakan dengan lebih tepat.

·       Sosiologi dan Antropologi

Antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang budaya masyarakat. Antropologi berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa terhadap ciri-ciri fisik, adat istiadat, dan budaya masyarakat yang berbeda dari mereka. Antropologi dan sosiologi mirip, tetapi terdapat juga perbedaan diantara keduanya. Sosiologi menitikberatkan masyarakat dan kehidupan sosialnya, sedangkan antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk social. Sosiologi sangat membantu sejarah, terutama dalam memahami interaksi atau hubungan antarmanusia serta membantu menjelaskan aktivitas bersama (kolektif) manusia pada masa lampau. Banyak teori sosiologi yang dapat membantu peneliti dalam proses interpretasi data.

·       Geografi

Ilmu geografi berkaitan dengan latar geografis tempat sejarah terjadi. Dimensi ruang ini membantu menjelaskan kejadian sejarah, terutama yang berhubungan dengan lokasi, kondisi, struktur dan bentuk tanah. Sebagai contoh, alasan masyarakat zaman dahulu membangun peradabannya di pinggir-pinggir sungai besar. Di Jawa, misalnya, fosil dan hasil budaya manusia purba banyak ditemukan di sepanjang wilayah aliran Bengawan Solo, peradaban Mesir ditemukan di wilayah Sepanjang Sungai Nil, dan sisa-sisa hasil kebudayaan Mesopotamia tersebar di sekitar aliran sungai Eufrat dan Tigris.



·       Ekonomi

Ilmu ekonomi membantu menjelaskan peristiwa dan cara manusia berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya di masa lampau. Sebagai contoh, mata pencaharian manusia pada masa lampau melewati tahapan-tahapan, seperti berburu dan meramu, bertani, berternak, lalu berdagang. Dalam kegiatan perdagangan, mereka memakai sistem barter, yaitu sistem perdagangan dalam bentuk saling menukar barang.

·       Psikologi

Ilmu psikologi berkaitan dengan masalah kejiwaan, pikiran, emosi dan perilaku manusia. Ilmu ini banyak memberikan wawasan kepada peneliti untuk menjelaskan perilaku tokoh atau keterlibatannya secara emosional dalam sebuah peristiwa sejarah. Teori-teori dalam psikologi sosial juga dapat menjelaskan faktor-faktor yang memicu revolusi, demonstrasi dan konflik.

Sumber : Hapsari, Ratna dan Adil, M.2017. Sejarah Peminatan Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.


0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Hubungi Kami

Silakan hubungi kami jika ada hal yang ingin ditanyakan, semoga kami dapat membantu anda.

Address:

Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur

Work Time:

Setiap Saat

Phone:

-

Diberdayakan oleh Blogger.